Mimi Dan Cintanya
Mimi menangis sejadi-jadinya. Di depannya Yuda panik, mencoba menenangkan Mimi.
"Kamu jahat, Yud! Jahat! Raja tega!!" isak Mimi tersedu-sedu
"Sst...udah dong, Mi...malu ni diliat orang...Iya, aku salah...Aku minta maaf...tapi aku gak mungkin ngebohonigin kamu lagi..."
"Siapa dia Yud? Siapa yang telah merebut kamu dari aku? Apa dia lebih cantik dari aku? Lebih sexy? Lebih cinta kamu? Lebih kaya?Lebih.."
"Mi."potong Yuda. "Kamu lebih segala-galanya dibanding dia...Kamu lebih cantik, lebih sexy, lebih pintar..."
"Lalu, kenapa kamu milih dia..?"potong Mimi dengan nafas tersengal-sengal karena emosi
"Hh, Mi...kalau aku bicara jujur, apa kamu akan membenciku?"
"Ah, udah deh...Sekarang aja kamu udah bikin aku benci kamu...Aku cuma penasaran, apa kelebihan dia dibanding aku, sampai kamu lebih memilih dia..?? Apa kelebihannya, Yud? Apaa...?" kesedihan Mimi kini berganti dengan kemarahan. Egonya gak terima dicampakkan begitu saja oleh Yuda.
"Oke, oke...Aku akan jawab. Aku harap kamu gak marah, gak benci aku. Tapi kalo kamu marah, kalo kamu benci...Well, aku siap menerima resiko itu...Demi cintaku padanya.."
Mimi menatap Yuda dengan tajam. Yuda membalas dengan tatapan yang juga tajam. Mimi membalas dengan tatapan yang lebih tajam, penuh amarah dan dendam...
"Aku milih dia, karena..."Yuda menarik nafasnya, "...karena dia pria yang kuimpi-impikan. Ya, Mimi...Aku pecinta sesama pria..."
Mimi manatap Yuda terbelalak, takjub, tak percaya dengan mulut ternganga...


0 Comments:
Post a Comment
<< Home